
Konflik di Jazirah menjelang munculnya Imam Mahdi di antaranya dapat kita baca di salah satu hadist berikut :
Ummu Salamah, istri Nabi, meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda, “Akan terjadi perselisihan saat wafatnya seseorang khalifah, maka keluarlah seorang laki-laki penduduk Madinah melarikan diri ke Mekah. Kemudian ia didatangi oleh penduduk Mekah dan dikeluarkan dari tempat tinggalnya. Setelah itu mereka membaiatnya di suatu tempat diantara rukum Ka’bah dan Maqam Ibrahim, sedang ia membenci hal itu. Setelah itu dikirimlah pasukan dari Syam (untuk menyerangnya), namun pasukan itu dibinasakan oleh Allah diantara Mekah dan Madinah serta di Maqam. Kemudian dikirim lagi pasukan dari Syam dan dibinasakan oleh Allah diantara Mekah dan Madinah. Ketika manusia melihat hal itu, maka ia didatangi oleh pemuka-pemuka negeri Syam dan Irak untuk membaiatnya. Tak lama kemudian
muncullah serang laki-laki dari kaum Quraisy yang didukung oleh paman-pamannya yang gigih.Akhirnya laki-laki itu mengalahkan khalifah tersebut, itulah pasukan yang tangguh dan sungguh merugilah bagi mereka yang tidak sempat turut serta dengannya. Laki-laki itu membagi-bagikan harta benda serta mengamalkan Sunnah Nabinya dan meneguhkan Islam di muka bumi. Hal itu berlangsung beberapa lama hingga akhirnya ia meninggal dan dishalati oleh Kaum Muslimin" (HadistRiwayat Abu Dawud, seperti yang disebut Ibnu Katsir dalam An Nihaayah fil Fitan wal Malaahiim)
Kemunculan Imam Mahdi.
Ketika para shahabat sedang duduk-duduk membicarakan tentang hari kiamat, muncullah Rasulullah صلى الله عليه وسلم bertanya kepada mereka:
مَا تَذْكُرُونَ؟
“Apa yang sedang kalian bicarakan?”
Maka para shahabat menjawab:
السَّاعَةَ.
“Hari Kiamat”.
Maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
إِنَّ السَّاعَةَ لَا تَكُونُ حَتَّى تَكُونَ عَشْرُ آيَاتٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَالدُّخَانُ وَالدَّجَّالُ وَدَابَّةُ الْأَرْضِ وَيَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَطُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَنَارٌ تَخْرُجُ مِنْ قُعْرَةِ عَدَنٍ تَرْحَلُ النَّاسَ. وفي روية: الْعَاشِرَةِ نُزُولُ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (رواه مسلم وأحمد والترمذي وأبو داود)
Sesungguhnya hari kiamat tidak akan terjadi sehingga terjadinya sepuluh tanda-tandanya. Ditenggelamkannya ke dalam bumi di tiga negeri di timur, barat dan jazirah Arab; munculnya asap, Dajjal, binatang melata di bumi (yang dapat berbicara), Ya’juz dan Ma’juz, terbitnya matahari dari barat, apa yang muncul dari dasar ‘Adn yang menggiring manusia ke tempat berkumpulnya. (Dalam riwayat lain): yang kesepuluh turunnya Isa bin Maryam صلى الله عليه وسلم. (HR. Muslim, Ahmad, Tirmidzi dan Abu Dawud)
Di dalam riwayat-riwayat selain Muslim dijelaskan bahwa turunnya Isa عليه السلام adalah ketika kaum muslimin dipimpin oleh Imam Mahdi. Berarti imam Mahdi muncul sebelum turunnya Isa. Jadi, diantara tanda-tanda hari Kiamat yang besar (kubra) adalah munculnya Imam Mahdi. Ia akan memimpin seluruh kaum muslimin di dunia dengan penuh keadilan dan kemakmuran.
Imam Mahdi memenuhi bumi dengan keadilan
Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudry رضي الله عنه bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ يُبْعَثُ فِي أُمَّتِي عَلَى اخْتِلاَفٍ مِنَ النَّاسِ وَزَلَازِلَ فَيَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا يَرْضَى عَنْهُ سَاكِنُ السَّمَاءِ وَسَاكِنُ الْأَرْضِ يَقْسِمُ الْمَالَ صِحَاحًا. (رواه أحمد)
Aku berikan kabar gembira kepada kalian tentang akan dibangkitkannya Imam Mahdi pada umatku untuk memimpin seluruh manusia di kala terjadinya perselisihan dan kegoncangan. Maka dia akan memenuhi bumi ini dengan penuh keadilan dan kebijaksanaan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kejahatan dan kedhaliman. Seluruh penduduk langit dan bumi ridla kepadanya. Dia membagi harta kepada manusia dengan merata. (HR. Ahmad).
Berkata al-Haitsami: “Hadits ini juga diriwayatkan oleh Tirmidzi dan lainnya dengan ringkas dan diriwayatkan oleh imam dengan beberapa sanad. Abu Ya’la juga meriwayatkan dengan ringkas dan rawi-rawinya adalah rawi-rawi tsiqah (terpercaya)”. (Majma’uz Zawaid 77 hal. 313-314; Lihat Asyrathu asy-Sya’ah oleh Yusuf bin Abdullah al-Waabil.
Kemakmuran pada masa Imam Mahdi
Dalam riwayat lain dari Abu Sa’id al-Khudri bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
يَخْرُجُ فِي آخر أُمَّتِي الْمَهْدِيُّ يَسْقِيْهِ اللهُ الْغَيْثَ وَتُخْرِجُ اْلأَرْضُ نَبَاتَهَا وَيُعْطَى الْمَالُ صِحَاحًا وَتكْثِرُ الَمَاشِيَةُ وَتَعْظُمُ اْلأُمَّةُ يَعِيْشُ سَبْعًا أَوْ ثَمَانِيًا (يَعْنِي حِجَجًا). (رواه الحاكم في المستدرك وصصحه الألباني في الصحيحة 2/328 رقم 711)
Akan keluar di akhir umatku al-Mahdi, Allah akan memberikan hujan untuknya, bumi akan mengeluarkan tumbuh-tumbuhan baginya, dan dibagikan harta dengan merata, ternak melimpah, umat bertambah besar. Dan dia akan hidup selama 7 atau 8 (yakni tahun). (HR. Hakim dalam Mustadrak dan dishahihkan oleh al-Albani dalam ash-Shahihah 2/328 hadits ke 711)
Imam Mahdi dari turunan Ahlul Bait
Diriwayatkan pula hadits-hadits tentang munculnya Imam Mahdi para shahabat lain seperti Ali bin Abi Thalib, berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم :
الْمَهْدِيُّ مِنَّا أَهْلِ الْبَيْتِ يُصْلِحُهُ اللهُ فِي لَيْلَةٍ. (رواه أحمد في مسنده وابن ماجه في سننه وصححه الألباني في صحيح الجامع الصغير رقم 6611)
Al-Mahdi dari kami ahlul bait, Allah “memperbaikinya” dalam semalam. (HR. Ahmad dalam Musnadnya; Ibnu Majah dalam Sunan-nya; dan dishahihkan al-Albani dalam Shahih Jami’ush Shaghir no. hadits 6611)
Berkata Ibnu Katsir: “Yakni Allah menerima taubatnya, mengampuninya, memberikan taufiq kepadanya, mengilhamkan dan membimbingnya.” (An-Nihayah fil Fitan wal Malahim, Ibnu Katsir 1/29).
Sifat Imam Mahdi: lebar jidatnya dan mancung hidungnya
Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudry, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
اَلْمَهْدِيُّ مِنَّي أَجْلَى الْجَبْهَةُ أَقْنَى اْلأَنْفُ يَمْلأُ اْلأَرْضُ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجُوْرًا، يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِيْنَ. (رواه أبو داود في سننه والحاكم في مستدركه. قال الألباني: اسناده حسن؛ انظر صحيح الجامع 6/22-23 رقم 6612)
Al-Mahdi dariku, lebar jidatnya, mancung hidungnya, memenuh bumi dengan kebijaksanaan dan keadilan, sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kedhaliman dan kejelekan. Dia menguasai tujuh tahun. (HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya, Hakim dalam Mustadraknya; Berkata al-Albani: “Isnadnya hasan”. Lihat Shahihul Jami’: 6/222-223 hadits no. 6612)
Imam Mahdi dari keturunan Fathimah
Diriwayatkan dari Ummu Salamah, bahwasanya ia mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata:
اَلْمَهْدِيُّ مِنْ عِتْرَتِي مِنْ وَلَدِ فَاطِمَةَ. (رواه أبو داود)
Aku mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “al-Mahdi dari keluargaku dari keturunan Fatimah. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah; Dishahihan oleh al-Albani dalam Shahihul Jami’ hadis no. 6610)
Imam Mahdi mengimami shalat kaum muslimin dan Nabi Isa عليه السلام
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
يَنْزِلُ عِيْسَى بْنُ مَرْيَمَ فَيَقُوْلُ أَمِيْرُهُمُ الْمَهْدِي تَعَال صَلَّى بِنَا. فَيَقُوْلُ: لاَ إِنَّ بَعْضَهُمْ أَمِيْرِ بَعْضٍ تَكْرِمَةَ اللهُ لِهَذِهِ اْلأُمَّةِ.
Akan turun Isa bin Maryam, kemudian berkata penguasa mereka: “Kemarilah, shalatlah mengimami kami”. Maka Isa berkata: “Tidak, sesungguhnya sebagian mereka pemimpin sebagian yang lain, sebagai kemuliaan dari Allah kepada umat ini”. (HR. Harits bin Abu utsamah dalam Musnad-nya sebagaimana dalam kitab al-Manaarul Munif oleh Ibnul Qayyim, hal. 147-148 dan dalam al-Fatawi oleh Suyuthi 2/64; Berkata Ibnul Qayyim: “Isnad hadits ini jayyid”)
Diriwayatkan pula dalam Shahih Muslim dengan tanpa menyebutkan al-Mahdi:
...فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَقُولُ أَمِيرُهُمْ تَعَالَ صَلِّ لَنَا فَيَقُولُ لَا إِنَّ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ أُمَرَاءُ تَكْرِمَةَ اللَّهِ هَذِهِ الْأُمَّةَ . (رواه مسلم)
… Maka turun Isa bin Maryam, kemudian berkata penguasa mereka yaitu al-Mahdi: “Kemarilah, shalatlah mengimami kami”. Maka Isa berkata: “Tidak, sesungguhnya sebagian mereka pemimpin sebagian yang lain, sebagai kemuliaan dari Allah kepada umat ini”. (HR. Muslim)
Nama Imam Mahdi: Muhammad bin Abdillah
Diriwayatkan tentang nama Imam Mahdi dan nama bapaknya dalam beberapa hadits, diantaranya apa yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud, bahwasanya bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم:
لَا تَذْهَبُ أَوْ لَا تَنْقَضِي الدُّنْيَا حَتَّى يَمْلِكَ الْعَرَبَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي. وفي رواية: يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيْهِ اسْمُ أَبِي. (رواه أبو داود في سننه، قال الألباني: صحيح، انظر صحيح الجامع الصغير رقم 5180)
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: Tidak akan lenyap dunia ini hingga Arab dikuasai oleh seseorang dari keluargaku yang namanya mencocoki namaku. Dalam riwayat lain: Namanya mencocoki namaku dan nama bapaknya mencocoki nama bapakku (HR. Abu Dawud; Berkata al-Albani: “Hadits shahih”; lihat Shahihul Jami’u ash-Shaghir hadits no. 5180)
Berkata Ibnu Katsir رحمه الله tentang nama Imam Mahdi: “Dia adalah Muhammad bin Abdullah al-Alawi al-Fathimi al-Hasani. (an-Nihayah al-Fitan wal Malahim, juz 1 hal. 29)
Yakni Muhammad bin Abdullah anak Ali bin Abi Thalib dari Fathimah turunan al-Hasan.
Mutawatirnya hadits tentang al-Mahdi
Beberapa para ulama mengatakan bahwa hadits-hadits tentang Imam Mahdi adalah mutawatir seperti:
1. al-Hafidh Abul Hasan as-Sijistani
رحمه الله
Beliau رحمه الله berkata: “Telah mutawatir berita-berita dari Nabi صلى الله عليه وسلم yang menyebutkan imam Mahdi. Dan bahwasanya dia dari ahlul bait nabi صلى الله عليه وسلم, menguasai selama tujuh tahun, memenuhi bumi dengan keadilan. Bahwa isa عليه السلام turun membantu beliau memerangi Dajjal dan beliaulah yang mengimami shalat sedangkan Isa عليه السلام bermakmum di belakangnya”.
2. Muhammad as-Safarini رحمه الله
Beliau berkata: “Telah banyak riwayat-riwayat tentang keluarnya Imam Mahdi hingga mencapai derajat mutawatir maknawi dan telah tersebar berita tersebut di kalangan para ulama ahlus sunnah hingga menjadi aqidah dan keyakinan mereka”.
3. Imam asy-Syaukani رحمه الله
Beliau رحمه الله berkata: “Hadits-hadits tentang mutawatirnya berita Imam mahdi al-Muntadhar (yang ditunggu) yang kita bisa berpijak dengannya ada lima puluh hadits. Di dalamnya ada yang shahih, hasan, dan ada pula yang dlaif namun terdukung dengan keduanya. Maka yang demikian adalah mutawatir dengan tidak ada keraguan dan kerancuan padanya. Bahkan tepat untuk dikatakan mutawatir berita yang diriwayatkan kurang dari itu sebagaimana dalam kaidah-kaidah musthalah hadits. Adapun ucapan-ucapan para shahabat yang menyatakan dengan jelas akan munculnya Imam Mahdi, maka lebih banyak lagi dan memiliki hukum marfu’ karena dalam perkara ini tidak memungkinkan seseorang berijtihad”.
4. Shiddiq Hasan Khan رحمه الله
Beliau رحمه الله berkata: “Hadits-hadits yang tersebut tentang Imam Mahdi dengan berbagai macam riwayatnya sangat banyak dan telah mencapai derajat mutawatir maknawi. Diriwayatkan dalam sunan dan lain-lainnya dalam kitab-kitab para ulama Islam, mu’jam-mu’jam dan musnad-musnad.
Tempat turunnya Imam Mahdi
Berkata Ibnu Katsir رحمه الله: “…Maka keluarlah Imam Mahdi dari negeri masyrik, bukan dari gua Samira seperti yang dipahami oleh orang-orang bodoh dari kalangan Syi’ah…. (an-Nihayah al-Fitan wal Malahim, juz 1 hal. 290)
Beliau رحمه الله berkata juga: “Nanti Imam Mahdi akan didukung oleh orang-orang dari negeri masyriq, membelanya, menolongnya, menunaikan perintahnya, dan mengokohkan kedudukannya. Bendera-bendera mereka hitam yang menunjukkan kesederhanaan dan ketenangan, karena bendera Rasulullah صلى الله عليه وسلم pun hitam yang dijuluki dengan ‘aqab. (an-Nihayah al-Fitan wal Malahim, juz 1 hal. 290)
(Dikutip dari bulletin Manhaj Salaf, Edisi: 66/Th. II, tanggal 10 Jumadi Awwal 1426 H/17 J u n i 2005 M, judul asli Tanda-tanda Hari Kiamat, munculnya Imam Mahdi, penulis asli Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed).
Di sumber-sumber lain dapat kita baca penjelasan tentang Imam Mahdi sebagai berikut :
Imam Mahdi as. Beliau adalah Muhammad bin Abdillah Al Alawi Al Fathimi Al Hasani. Munculnya beliau di muka bumi ini merupakan satu bagian dari sejumlah tanda –tanda kiamat yang mulai dekat. Beliau lahir sebagaimana manusia biasa, belajar ilmu agama di kota Madinah pada waktu itu manusia tidak mengetahui bahwa ia adalah Imam Mahdi.
Ciri-ciri fisiknya.
Muhammad bin Abdillah Al Mahdi adalah seorang pemuda yung usianya hampir mencapai 40 tahun. Warna kulitnya coklat, hidungnya mancung, dahinya lebar, berjenggot tebal, pada pipinya ada tahi lalat, postur tubuhnya tegap, tidak terlalu gemuk, berbicaranya gagap jika ucapannya lambat ia memukul paha kirinya dengan tangan kanannya.sehingga ucapannya menjadi lancar.
Waktu dan tempat kemunculannya.
Tanda kemunculan Imam Mahdi yang terkuat adalah wafatnya seorang khalifah kemudian terjadinya persengketaan tiga putra khalifah untuk menguasai Makkah namun tak seorangpun yang berhasil menguasainya, lalu muncul panji-panji hitam dari arah Khurasan (Ashabu Rayati As sud) kedatangan mereka untuk memberi dukungan penuh kepada Imam Mahdi.
Tanda-tanda alam menjelang kemunculannya.
Sedangkan tanda-tanda alam yang mengisyratkan kemunculannya adalah gerhana matahari dan bulan pada bulan Ramadhan yang didiringi oleh suara keras di bumi dan adanya bintang berekor kemudian disusul oleh adanya huru-hara, kekacauan dan malapetaka dibulan Syawal, Pertikaian dan konflik yang terjadi di bulan Dzulqa’dah disusul peristiwa perampokan dan pembantaian jamaah haji hingga darah menggenang di Jumratul Aqabah, Imam Mahdi adalh seorang pemuda shalih, ia tidak berambisi menjadi pemimpin. Proses pembaiatannya dilakukan secara paksa oleh beberapa kaum muslim yang menemuinya disebuah tempat antara maqam Ibrahim dan rukun Ka’bah. Awalnya Imam Mahdi menolak karena melihat betapa berat persoalan yang akan dihadapi. Sehingga pada suatu malam Allah mengislahnya. Begitu ba’iat selesai dia dan pasukannya langsung bersiap-siap untuk memasuki kancah pertempuran. Penaklukan dunia secara total dan membersihkan dunia dari kebatilan.
Penaklukan dan ekspansi Imam Mahdi
Setelah proses pemba’iatan Imam Mahdi selesai maka mulailah dia melakukan penaklukan-penaklukan. Dengan izin Allah wilayah-wilayah yang akan dia taklukannya adalah:
1. Bani Kalb (pendukung Sufyani)
2. Jazirah Arab yang meliputi Saudi, Yaman, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Oman dan seluruh kawasan Jazirah.
3. Persi/Iran (Syiah), kaum Syiah kecewa karena Imam Mahdi bukan berasal dari kalangan mereka. Mereka melawan Imam Mahdi namun belliau berhasil menghancurkan mereka.
4. Penaklukan Baitul Maqdis dan Palestina seluruhnya.
5. Malhamah kubra di Al Qur'an’ maq dan Dabiq (Damaskus). Ini mereupakan pertempuran paling dahsyat yang terjadi antara pasukan Imam Mahdi dan pasukan Rum. Perang ini terjadi selama empat hari berturut-turut, sepertiga dari kaum muslimin lari dari pertempuran. Sepertiga lagi mati syahid dan sepertiga sisanya mendapat kemenangan.
6. Penaklukan China, Rusia dan India.
7. Penaklukan Konstantinopel (Turki sekuler), penaklukan ini tidak memakai senjata tetapi hanya menggunakan takbir dan tahlil.
8. Perang melawan Dajjal bersama tujuh puluh ribu Yahudi.
9. Penaklukan Roma seluruhnya.
Wafatnya Imam Mahdi
Imam Mahdi tidak hidup lama setelah datangnya Isa As. Ia wafat dan dishalati oleh kaum muslimin. Sepeninggalnya maka Al Qahtani akan menggantikan Imam Mahdi dalam memimpin kaum muslimin, kebaikan dan keutamaannya sama denagan Imam Mahdi.
(dari Berbagai sumber).